Mengenal Lebih Dekat Cara Mengatasi Pemanasan Global dan Hujan Asam

Cara Mengatasi Pemanasan Global dan Hujan Asam - Salah satu isu menarik yang sering dibicarakan pada era modern seperti sekarang ini adalah global warming. Hal ini tidak mengherankan mengingat global warming atau pemanasan global merupakan salah satu dampak negatif dari semakin canggihnya teknologi.

Cara Mengatasi Pemanasan Global dan Hujan Asam

Cara Mengatasi Pemanasan Global dan Hujan Asam

Polusi udara hingga kebakaran hutan adalah dua dari sekian banyak hal yang disinyalir menjadi penyebab dari terjadinya pemanasan global. Tak hanya itu, pemanasan global juga turut membawa sederet dampak negatif lain serta fenomena alam yang tak kalah merusak, yakni hujan asam.

Penting untuk mengetahui cara mengatasi pemanasan global dan hujan asam mengingat kedua hal ini akan sangat mempengaruhi ekosistem alam kita. Langkah-langkah yang dapat diambil pun sebenarnya termasuk sederhana dan tidak terlalu rumit. Kita bahkan bisa memulainya dari diri kita sendiri untuk mengatasi global warming serta hujan asam ini.

Cara mengatasi pemanasan global dan hujan asam yang pertama ialah dengan menanam pohon dan mengurangi penebangan hutan secara liar atau illegal logging. Semakin banyak pohon maka akan semakin banyak oksigen yang dihasilkan dari proses fotosintesis.

Hutan juga merupakan paru-paru dunia yang sangat penting perannya untuk Bumi ini. Menanam banyak pohon juga dapat menambah daerah resapan air agar resiko banjir terutama di kota-kota besar dapat diminimalisir.

Sebaliknya, illegal logging justru akan mengurangi daerah resapan air serta merusak ekosistem alam. Akibat negatifnya sangat banyak, mulai dari berkurangnya daerah resapan air, resiko terjadinya banjir hingga kebakaran hutan yang dapat menimbulkan asap berbahaya.

Gerakan menanam pohon sendiri sudah sering digalakkan oleh pemerintah, perusahaan, lembaga swadaya masyarakat hingga universitas-universitas. Menanam pohon ini juga bisa dilakukan secara perorangan.

Mengatasi global warming juga dapat dilakukan dengan menghemat penggunaan listrik. Mematikan lampu dan semua alat elektronik ketika sudah tidak digunakan akan membantu dalam mengatasi pemanasan global. Hal ini karena listrik merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan suhu udara. Meminimalisir penggunaan listrik akan mendatangkan banyak manfaat, mulai dari mengatasi pemanasan global hingga menghemat pengeluaran.

Cara mengatasi pemanasan global dan hujan asam lainnya ialah dengan cerdas dalam berkendara. Gunakan transportasi umum dan apabila jarak yang ditempuh cukup dekat maka lebih baik berjalan kaki saja atau menggunakan sepeda.

Asap dari kendaraan bermotor merupakan polusi udara yang dapat turut merusak lapisan ozon dan menyebabkan pemanasan global. Beberapa kota di Indonesia menerapkan kebijakan car free day tiap akhir pekan di beberapa titik jalan.
Cara Mengatasi Pemanasan Global dan Hujan Asam
Skema Terjadinya Hujan Asam
Pemanasan global dapat pula menyebabkan terjadinya fenomena alam yang tidak biasa, yakni hujan asam. Sesuai namanya, hujan asam merupakan hujan air yang memiliki kandungan asam di dalamnya sehingga sifatnya persis seperti larutan asam. Asam dalam hujan ini juga merupakan asam yang kuat.

Hujan yang alami sebenarnya memang memiliki sifat asam serta mengandung pH 5.6 sampai dengan 6.2 serta terdapat kandungan gas karbondioksida di udara. Oksigen yang ada di udara akan bereaksi membentuk sebuah asam lemah bernama asam karbonat. Asam ini masih terhitung normal karena mampu melarutkan mineral dalam tanah yang sangat dibutukan tumbuhan serta binatang.

Akan tetapi, asam yang terdapat dalam hujan asam justru memiliki sifat kuat serta bisa merusak jaringan yang hidup. Hujan asam ini juga dapat menimbulkan berbagai dampak negatif pada tanaman, binatang hingga manusia dan bangunan.

Hujan asam yang memiliki kadar asam tinggi bisa menyebabkan gangguan pada pernapasan manusia. Kabut dengan kandungan asam sulfat di dalamnya bisa terisap serta masuk ke saluran pernapasan hingga paru-paru.

Jika mengenai bangunan, hujan asam sanggup menyebabkan korosi atau karat terutama pada material logam. Korosi sendiri merupakan perusakan logam sebagai akibat dari reaksi kimia yang terjadi antara logam dengan zat di sekitarnya yang tidak diinginkan, termasuk di antaranya adalah asam dan basa.

Karat ini bisa sangat merugikan dan bahkan mengancam keselamatan nyawa. Logam yang karatan akan cepat rapuh serta keropos. Apabila karat terjadi pada jembatan besi tentunya akan sangat berbahaya karena bisa jadi jembatan patah saat digunakan untuk menyeberang. Cara mengatasi pemanasan global dan hujan asam terutama untuk besi yang berkarat ini umumnya adalah dengan melakukan pengecatan ulang.

Bahaya dari hujan asam selanjutnya ialah tumbuhan dapat layu, kering bahkan mati. Hujan asam memiliki kemampuan untuk larut dengan nutrisi dalam tanah dan tumbuhan tidak akan kebagian nutrisi yang diperlukannya untuk tumbuh.

Zat kimia yang mengandung racun ini dapat menghambat pertumbuhan dan selanjutnya tumbuhan bisa terserang penyakit hingga mengalami kekeringan serta mati. Tak sampai di situ, hujan asam juga mampu merusak ekosistem yang ada di perairan. Apabila hujan asam jatuh di danau maka beberapa spesies di danau tersebut dapat mati dan rantai makanan akan terganggu.

Banyaknya dampak negatif dari pemanasan global dan juga hujan asam ini membuat kita harus mengetahui dan memahami cara mengatasi pemanasan global dan hujan asam. Cara-cara ini dapat kita lakukan dari sekarang juga karena cukup mudah dan masih berhubungan dengan kegiatan sehari-hari.

Pertama, gunakan bahan bakar yang kandungan belerangnya rendah. Di Indonesia, sumber bahan bakar yang utama adalah minyak bumi serta batu bara. Kandungan belerang dalam minyak bumi tergolong tinggi. Upaya yang bisa dilakukan ialah dengan menggunakan beberapa jenis bahan bakar yang tidak mengandung belerang, yaitu etanol, hidrogen dan methanol. Akan tetapi, menggunakan bahan bakar tanpa belerang ini juga harus diperhatikan karena bisa berdampak terhadap lingkungan.

Alternatif cara mengatasi pemanasan global dan hujan asam yang bisa dilakukan adalah desulfurisasi yakni sebuah proses khusus untuk menghilangkan belerang. Desulfurisasi ini bisa dilakukan sebelum pembakaran dengan cara mencuci batubara dari kotoran, selama pembakaran dengan cara menginjeksikan kapur di dalam dapur untuk membakar lalu menurunkan suhu pembakaran dan juga setelah pembakaran.

Mengatasi hujan asam dapat pula dilakukan dengan metode 3R, yaitu reduce, reuse dan recycle. Reduce bisa dilakukan dengan mengurangi pemakaian sumber daya alam. Contohnya ialah dengan mengurangi pemakaian bahan bakar fosil, di antaranya batu bara serta minyak bumi. Bahan bakar fosil ini sendiri paling banyak dipakai untuk kegiatan pabrik, pembangkit listrik hingga transportasi.

Reuse adalah memanfaatkan serta memakai kembali barang bekas yang dimiliki, seperti kaleng bekas atau kardus bekas. Terakhir adalah recycle yakni mendaur ulang barang-barang bekas yang masih bisa terpakai, seperti kaca, plastik, kertas serta logam.

Permasalahan terkait hujan asam sendiri sudah mulai dibicarakan sejak 1960, berawal dari sebuah danau yang bertempat di Skandinavia dengan tingkat keasaman yang meningkat. Hal yang sama terjadi pula di Amerika Utara serta Eropa. Sejak saat itulah cara mengatasi pemanasan global dan hujan asam menjadi bahan pembicaraan di seluruh dunia guna meminimalisir resiko terburuk yang mungkin terjadi. Ayo selamatkan Bumi! baca artikel Cara Mengatasi Pemanasan Global.

2 komentar:

 
Blogs Directory Science Blogs
Science blogs Top  blogs